TERIAKAN YANG TAK DIDENGAR
JUDUL: Teriakan yang Tak Didengar
PENULIS: Desi Muliawati, S.Pd.I
“Teriakan yang Tak Didengar: Luka Remaja, Diam Kita” adalah sebuah refleksi mendalam tentang realitas pahit yang terjadi di tengah dunia pendidikan Indonesia. Buku ini menyelami akar psikologis dan sosial dari fenomena tawuran pelajar, kekerasan remaja, dan berbagai bentuk kenakalan yang selama ini hanya dipandang sebagai perilaku menyimpang—tanpa cukup usaha untuk benar-benar memahami apa yang melatarbelakanginya.
Melalui pendekatan deskriptif-normatif, buku ini mengupas bagaimana tekanan dari lingkungan sekolah, keluarga yang disfungsional, komunikasi yang tersumbat antara guru dan murid, serta budaya kekerasan dan senioritas menjadi bahan bakar dari ledakan-ledakan emosi para remaja. Di tengah maraknya romantisasi kekerasan di media sosial, anak-anak muda semakin kehilangan arah, identitas, dan rasa aman.
Namun buku ini tidak berhenti pada diagnosis masalah. Ia menawarkan harapan, alternatif, dan solusi. Dari model pendidikan karakter yang menekankan empati dan kedekatan emosional, hingga contoh nyata sekolah-sekolah yang berhasil keluar dari lingkaran kekerasan, buku ini menegaskan bahwa perubahan bukan utopia—asal ada kemauan bersama.
Ditulis dengan suara hati, berbasis riset dan pengalaman nyata, buku ini adalah ajakan untuk berhenti menghakimi dan mulai mendengar. Karena sebelum terlambat, yang paling dibutuhkan oleh anak-anak kita bukan hanya disiplin, tetapi pelukan; bukan hanya nasihat, tetapi telinga yang mau mendengar.