Pendidikan Muballigh IKADI PMI Angkatan 17
Buku ini merupakan hasil karya bersama para peserta Pendidikan Mubaligh Indonesia (PMI) IKADI Angkatan ke-17, yang telah menempuh proses kaderisasi dan pembelajaran intensif selama tiga bulan (12 pertemuan). Program ini diselenggarakan oleh Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) sebagai bagian dari upaya mencetak mubalig dan mubaligah yang berkompeten, berakhlak mulia, serta siap menjadi penebar dakwah rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.
Setiap tulisan dalam buku ini lahir dari perenungan, pembelajaran, serta praktik dakwah yang dijalani peserta selama mengikuti PMI. Judul-judul yang diangkat sangat beragam—mulai dari tema ibadah dan akhlak seperti Birrul Walidain (Berbakti Kepada Orang Tua), Ikhlas, hingga topik tantangan sosial kontemporer seperti Bahaya Pinjol Bagi Ummat Islam, Bullying dalam Pandangan Islam, serta refleksi mendalam tentang waktu, syukur, doa, dan ukhuwah.
Secara keseluruhan, karya ini menggambarkan:
- Kedalaman spiritual, melalui tulisan tentang salat, sabar, syukur, dan doa.
- Kesalehan sosial, lewat ajakan menjaga ukhuwah, berbakti kepada orang tua, serta memberi manfaat bagi sesama.
- Kesiapan menghadapi era modern, dengan refleksi kritis atas teknologi, media digital, dan fenomena sosial masyarakat.
Buku ini tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan intelektual dan spiritual para peserta, tetapi juga menjadi buah karya kolektif yang memperlihatkan semangat dakwah moderat, santun, dan rahmatan lil ‘alamin yang selalu ditekankan IKADI.
Melalui tulisan-tulisan ini, para mubalig dan mubaligah muda Angkatan 17 menunjukkan komitmen untuk menyebarkan nilai Islam yang wasathiyah (moderat), mencerahkan, dan menyejukkan, serta siap mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam ranah dakwah publik.